Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cuma 50 Ribu Bisa Bikin PT Perorangan ! Ini Dia Cara Mendirikan Pt Perorangan Lengkap !

 

Mewabahnya pandemi beberapa tahun belakangan ini membuat perekonomian Indonesia melemah, termasuk juga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau disingkat menjadi UMKM. Demi menekan dampak dari wabah tersebut agar perekonomian tidak semakin anjlok, pada akhirnya pemerintah menciptakan terobosan baru. Yaitu menerbitkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Undang-Undang Cipta Kerja mengatur entitas hukum baru yang terkait Perseroan Terbatas (PT), yaitu PT Perorangan. Melalui PT perorangan ini pelaku usaha UMKM akan bisa membentuk PT yang pendirinya cukup hanya satu orang. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yaitu Yasonna H. Laoly mengatakan bahwa, “Perseroan Perorangan memberikan perlindungan hukum melalui pemisahan kekayaan pribadi dan perusahaan dalam bentuk pernyataan modal, sekaligus memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan dari perbankan”.

Tentang PT Perorangan

PT Perorangan tetap berstatus badan hukum, walaupun berdiri hanya dengan satu orang. Statutnya tetap sama dengan PT yang pendirinya lebih dari satu orang dan pemegang saham. PT Perorangan berstatus badan hukum telah dijelaskan di Pasal 1 PP No.8 Tahun 2021 yang menyebutkan Perseroan Terbatas, yang kemudian menjelaskan Perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham atau badan hukum perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro dan kecil.

Perseroan Terbatas disebut sebagai Persero adalah badan hukum yang didirikan sesuai dengan kriteria usaha mikro dan kecil. Hal ini telah sesuai dengan aturan yang ada pada PP No.8 tahun 2021 yang membahas tentang modal. Informasinya sebagai berikut :

Perseroang perorangan hanya didirikan oleh satu orang.

  1. Perseroang perorangan hanya didirikan oleh satu orang.
  2. Perseroan perorangan wajib memiliki Modal Dasar dan modal disetor. Sama dengan perseroan terbatas ketentuan modal disetor yaitu minimal 25% dari modal dasar yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.
  3. Perseroan perorangan tidak dapat didirikan oleh Warga Negara Asing, jadi harus didirikan oleh Warga Negara Indonesia dengan mengisi pernyataan menggunakan bahasa Indonesia.
  4. Warga Negara Indonesia harus memenuhi syarat yaitu, minimal harus memiliki usia 17 tahun dan cakap melakukan perbuatan secara hukum.

Prosedur Pendirian PT Perorangan

  1. Hanya didirikan oleh satu orang, yang sudah termasuk Pemegang Saham dan juga Direktur, tidak ada Komisaris.  
  2. Mempunyai kegiatan usaha mikro dan kecil. 
  3. Mendiri membuat surat pernyataan pendirian Perseroan perorangan. 
  4. Melakukan pendaftaran berbasis elektronik di https://ptp.ahu.go.id/ Perseroan Perorangan dengan melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
  5.  Mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan Perorangan ( Didapat Otomatis Setelah Mendaftar ).
  6. Mengurus NIB dan Izin Usaha Perseroan Perorangan di https://oss.go.id/.

Syarat Mendirikan PT Perorangan 

  1. Berusia minimal 17 tahun dan sudah cakap hukum
  2. Mengisi formulir pernyataan pendirian Perseroan Perorangan, dengan memuat hal sebagai berikut: 

  • Nama dan tempat kedudukan perseroan perorangan
  • Jangka waktu berdirinya perseroan perorangan
  • Maksud dan tujuan dari dan kegiatan usaha perseroan perorangan
  • Jumlah modal dasar, modal ditempatkan, modal disetor, nominal saham, dan juga jumlah saham
  • Data pendiri, pemegang saham dan direktur perseroan perorangan yang memuat (nama lengkap, tempat tanggal lahir, pekerjaan, alamat tempat tinggal, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor pokok wajib pajak (NPWP),

Tips Pendirian PT Perorangan Berjalan Lancar

1. Pastikan Data Identitas Pendiri Sesuai

Perlu diingat bahwa PT Perorangan memiliki pendiri dan pemegang saham dengan orang yang sama. Artinya hanya satu orang saja yang mendirikan dan menjalankan PT Perorangan tersebut. Sangat beda dengan halnya PT biasa yang didirikan lebih dari satu orang atau badan hukum. PT Perorangan seharusnya menyesuaikan semua data identitas sampai sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.

Anda harus mencocokkan semua data identitas yang ada di KTP, KK, dan NPWP, atau nama anda yang ada di lebih dari satu KK. Apabila anda memiliki data identitas yang tidak rapi sebaiknya dirapihkan terlebih dahulu. Karena hal tersebut dapat menghambat pada saat mengajukan perizinan perusahaan.

2. Pastikan Modal PT Perorangan Sudah Sesuai dengan Kriteria Usaha Mikro dan Kecil 

Perlu diketahui bahwa untuk PT Perorangan besaran modal harus sesuai dengan kriteria usaha mikro dan kecil yang diatur dalam PP No.7 Tahun 2021. Di dalam PP skala usaha diatur berdasarkan modal usaha atau penjualan tiap tahunnya. Tetapi untuk kebutuhan pendirian atau pendaftaran kegiatan usaha kriteria yang digunakan sebagai acuan adalah modal usaha.

Termasuk usaha mikro, apabila memiliki modal usaha maksimal Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan dalam satu tahun maksimal Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Sedangkan usaha kecil ditentukan dengan kepemilikan modal usaha sebesar lebih dari Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) hingga maksimal Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan dalam satu tahun lebih dari Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) hingga maksimal Rp.15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

3. Pastikan Bidang Usaha Telah Menggunakan KBLI Terbaru

Agar anda bisa dengan mudah mendirikan PT Perorangan maka anda wajib menggunakan kode Klasifikasi Buku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru pada maksud dan tujuan yang ada dalam Pernyataan Pendirian PT Perorangan. Sebab bila anda masih menggunakan KBLI yang lama sedangkan sistem AHU dan sistem OSS sudah menggunakan KBLI yang baru, maka dikhawatirkan saat proses penarikan data akan mengalami kendala.

4. Pastikan Lokasi Usaha Sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pada Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dinyatakan bahwa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan ruang atau KKPR merupakan kesesuaian rencana lokasi kegiatan atau usahanya dengan RDTR. Implikasi dari ketentuan tersebut yaitu apabila anda ingin mendirikan perusahaan termasuk juga PT Perorangan, maka anda harus memperhatikan RDTR masing-masing daerah dimana anda ingin membangun perusahaan tersebut.

5. Pastikan Bidang Usaha Sudah Sesuai dengan Perizinan Berbasis Risiko

Setelah PP No.5 tahun 2021 berlaku, sistem OSS menggunakan pendekatan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat skala kegiatan usaha meliputi UMKM dan usaha besar. Perlu diketahui, masing-masing risiko memiliki perizinan berusaha yang berbeda-beda, diantaranya yaitu :

  1. Risiko rendah : Perizinan Berusaha yang digunakan adalah Nomor Induk Berusaha (NIB).
  2. Risiko menengah rendah : Perizinan Berusaha yang digunakan yaitu NIB dan Sertifikat Standar berupa pernyataan pelaku usaha untuk memenuhi standar usaha.
  3. Risiko menengah tinggi : Perizinan Berusaha yang digunakan  yaitu NIB dan sertifikat standar pelaksanaan kegiatan usaha yang diterbitkan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah sesuai kewenangan masing-masing.
  4. Risiko tinggi : Perizinan Berusaha yang digunakan yaitu NIB dan Izin.

Dan berikut ini adalah cara mendaftarkan PT Perorangan secara lengkap berikut dengan gambarnya :

1. Buka website www.ptp.ahu.go.id lalu klik daftar 

Setelah mengklik daftar anda akan diminta mengisi formulir online seperti NIK, Nama Lengkap, Tanggal lahir, NPWP, dan Email setelah itu klik daftar, setelah di isi anda akan disuruh konfirmasi email, jadi harus tepat alamat yang diberikan.

2. Mempersiapkan Nama PT dan Pembeliaan Kode Voucher

Setelah anda sukses mendaftar, anda akan diminta login dengan nomor NIK dan Password yang diberikan oleh pihak Kementrian, setelah login anda akan dibawa ke halaman aplikasi Perseroan Perorangan, setelah itu pilih menu pendirian, siapkan Voucher dan Nama PT yang di inginkan, jika belum punya voucher anda bisa membelinya dengan tanda dilingkari

3. Membeli Voucher Untuk Pendirian Perseroan

Setelah mengikuti panduan pada poin ke 2 anda akan di arahkan halaman pembelian voucher yang dimana anda akan diminta mengisikan formulir online seperti : Jenis Pelayanan Jasa Hukum, Nama Pemohon, Email Pemohon, Nomor HP, Jumlah Pembelian, setelah semuanya di isi anda akan menyiapkan uang Rp. 50.000

Setelah itu anda akan mendapatkan kode Voucher seperti dibawah ini, bayarkan voucher ini dengan segera, karena batas akhirnya hanya 7 hari sejak pemesanan kode voucher :
4. Cara Membayar Vocher Dengan Mobile Banking Untuk Semua Bank

Untuk pembayaran kode voucher agar bisa bayar melalu berbagai bank, kami sarankan melalui marketplace, kami mencoba marketplace tokopedia agar bisa multiple payment, berikut langkahnya :

a. Buka Tokopedia lalu pilih topup & tagihan
b. Cari Menu Layanan Pemerintah dan klik Penerimaan Negara
c.  Pilih Bayar PNBP dan Masukan Kode Voucher yang didapat ( Lihat Poin 3 )

d. Klik Cek Tagihan, Jika kode voucher anda benar dan sesuai silahkan klik pilih bayar
Untuk metode pembayarannya anda bisa memilih berbagai bank, baik virtual account, transfer dan juga metode pembayaran lainnya.

Setelah membayar selanjutnya anda memasukan kode Voucher untuk kembali ke proses ke 2 jangan lupa segera isikan kode voucher yang sudah dibeli, karena masa berlakunya hanya 60 hari, jagalah kode billing anda untuk tidak diketahui oleh orang lain.

5. Setelah menyelesaikan pendaftaran anda akan mendapatkan
  1. Sertifikat Pendaftaran Pendirian 
  2. Surat Pernyataan Pendirian PT. Perorangan
  3. NPWP PT Perorangan ( Jadi Tidak Harus Datang Ke Kantor Pajak )
a. Contoh Surat Sertifikat Pendaftaran Perseroan Perorangan
b. Contoh NPWP dari hasil pendaftaran Pt. Perorangan
Itulah Cara mendirikan PT. Perorangan secara lengkap, jangan lupa untuk share artikel ini jika bermanfaat.