Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wajib Tahu ! 10 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Terbaru

 

Tentunya terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional yang wajib diketahui oleh masyarkat agar nantinya masyarakat bisa menimbang dan memilah tempat terbaik untuk mengelola keuangannya di ke dua bank tersebut ( bank syariah dan konvensional ).

Seperti yang kita ketahui bahwa Perbankan syariah kini semakin bertumbuh di Indonesia dan Bank Syariah menjalankan roda kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dimana bank syariah sangat menghindari kegiatan usaha yang bersifat : Riba, Gharar dan Masyir, sebelumnya yuk simak penjelasannya. :

A. Riba
Riba atau tambahan pengembalian atas suatu pinjaman, misalnya jika suatu bank meminjamkan uang kepada seseorang dengan jumlah Rp. 5.000.000 dan pada saat pengembalian uang harus mengembalikan sebesar Rp. 5.500.000 ( bunga 10 % ) maka kelebihan bunga / keuntungan sebesar Rp. 500.000 adalah riba.

B. Gharar
Gharar adalah larangan tipuan atau tindakan yang merugikan orang lain atau transaksi yang bersifat tidak jelas atau penuh ketidakpastian, yang biasanya ini terjadi karena banyak informasi yang disembunyikan dalam penyampaian kontrak perjanjian sehingga dapat menimbulkan celah kecurangan yang berdampak kerugian dari salah satu pihak maupun kedua pihak, maka dari itu perbankan syariah menekankan bahwa semua transaksi di bank syariah harus berdasarkan prinsip : Equality, Fairness, dan Transparancy.

C. Masyir
Masyir merupakan mengihindari sesuatu yang berbau spekulasi, yang dimana arti spekuliasi menurut KBII adalah suatu tindakan pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan yang ada atau bisa disebut tindakan yang bersifat untung-untungan.

Setelah memahami istilah Riba, Gharar, dan masyir yuk kita simak 10 perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Menurut www.perbankanindonesia.com :

1.  Dari Segi Pendapatan Bank

Pendapatan Bank Konvensinal didapat dari selisih bunga pinjaman ( Interest Base Income ) sementara pendapatan Bank Syariah pendapatannya bukan dari bunga tetapi didapat dari beberapa sumber yang berbasis ( Fee Base Income ) yaitu : Pendapatan dari keuntungan dagang ( Murabahah ), Pendapatan Sewa ( Ijarah ), Pendapatan Komisi ( Wakalah ) dan pendapatan dari bagi hasil ( Mudarabah )

2. Dari Hubungan Bank dan Nasabah

Jika dilihat dari hubungan antara Bank dan nasabah untuk Bank Konvensional adalah Kreditur dan Debitur ( Pemberi dan Penerima Hutang ) artinya posisi Bank selalu lebih tinggi dari nasabah, sedangkan untuk Bank Syariah posisi Bank sejajar dengan nasabah atau bisa disebut juga mitra.

3. Dari Orientasi Bank

Bank Konvensional dibangun dengan tujuan komersial untuk mencari keuntungan ekonomi dari masyarakat ( Orientasi Profit ) sedangkan Bank Syariah mempunyai sarana dan skema untuk memberi keuntungan ekonomi bagi masyarakat ( Orientasi Benefit ).

4. Pengawasan Transaksi Keuangan

Transaksi Bank Konvensional diawasi oleh OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) sedangkan Bank Syariah diawasi oleh OJK dan DPS ( Dewan Pengawas Syariah ) yang dimana fungsi DPS adalah untuk mengawasi Bank Syariah untuk memastikan semua transaksi sesuai dengan prinsip syariah.

5. Dari Segi Transaksi

Bank konvensional transaksinya relatif bebas nilai atau prinsip yang dimiliki masyarakat umum sedangkan Transaksi Bank Syariah harus halal dan sesuai syariat Islam berdasarkan Alquran dan Hadist, jadi transaksi yang bersifat haram tidak akan dilaksanakan oleh Bank Syariah.

6. Dari Proses Pengelolaan Dana

Bank Konvensional mengelola dana dari berbagai lini bisnis yang menguntungkan berdasarkan naungan undang-undang sedangkan Bank Syariah pengolahan dana berdasarkan prinsip islam dan tidak bertentangan dengan Alquran dan Hadist jadi dana Nasabah Bank Syariah tidak boleh sembarangan di Investasikan ke bisnis yang bertentangan dengan nilai-nilai syariah.

7. Prinsip Pelaksanaan

Dalam prinsip pelaksanaannya Bank Konvensional mengacu kepada regulasi Nasional dan Internasional berdasarkan hukum yang berlaku sedangkan Bank Syariah juga mengacu dengan regulasi Nasional dan syariah berdasarkan Alquran dan Hadist, maka dari itu regulasi ini sangat penting untuk stabilitas keuangan, stabilitas moneter, menjaga kompetisi antara bank agar selalu berinovasi dalam pelayanan dan produk perbankan.

8. Dari Segi Fungsi

Pada dasarnya Fungsi kedua bank ( Syariah dan Konvensional ) adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, tetapi di Bank Syariah terdapat fungsi sosial yang berdasarkan prinsip Islam dalam  bentuk lembaga Baitul Mal, yang dapat menerima dana yang berasal dari pembayaran Zakat, Sedekah, Hibah dan Infaq.

9. Struktur Organisasi

Bank Konvensional dan Syariah memiliki Dewan Komisaris dan Direksi, tetapi ada penambahan struktur didalam Bank Syariah yaitu Dewan Pengawas Syariah yang dimana berfungsi sebagai penasehat agar transaksi keuangan dan kebijakan bisnisnya sesuai aturan syariah dan meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional untuk meminta fatwa produk Perbankan Syariah yang belum memiliki landasan fatwa.

10. Denda Nasabah

Bank Konvensional jika nasabah mengalami keterlambatan dalam membayar cicilan tentunya akan terdapat denda yang dibebankan oleh bank untuk nasabah, berbeda dengan Bank Syariah yang mana meniadakan denda keterlambatan atau tidak bisa membayar, sebagai gantinya Bank Syariah dan Nasabah akan melakukan perundingan untuk mencari jalan keluar sehingga menghasilkan kesepakatan bersama, tetapi ada juga Bank Syariah yang menetapkan denda, tetapi denda tersebut tidak dinikmati sebagai keuntungan bank, melainkan dianggarkan untuk dana sosial.

Itulah 10 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang wajib anda ketahui, semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk dishare jika kamu suka dengan informasi ini, Salam dari www.perbankanindonesia.com