10 Produk dan Akad Perbankan Syariah di Indonesia

 

Perbankan syariah kini semakin populer keberadaanya di Indonesia, maka dari itu kamu wajib mengetahui berbagai produk dan akad perbankan syariah, yang tentunya memiliki perbedaan dengan bank konvensional, dikarenakan dalam produk perbankan syariah memiliki nilai-nilai syariat islam yang dimana setiap aktivitas perbankan indonesia berlandaskan hukum-hukum islam.

Sebelumnya perbankan Syariah dapat menghimpun dana dari masyarakat dengan bentuk produk giro, tabungan syariah dan deposito yang berprinsip wadiah dan mudharabah.

Setelah mengetahui pola penghimpunan dana perbankan syariah dari masyarakat, sekarang yuk kita simak produk perbankan syariah yang dihimpun di masyarakat :

1. Produk Giro

Produk giru adalah produk titipan dari masyarakat yang biasanya menggunakan akad Wadiah ( akad titipan ), yang dimana akad wadiah terbagi menjadi 2 yaitu Wadiah Yad Amanah (pembiayaan tidak boleh digunakan dan dimanfaatkan oleh penerima titipan )  dan Wadiah Yad Dhamanah (Pembiayaan boleh dimanfaatkan oleh penerima titipan disertai adanya penambahan bonus tetapi tidak bersifat wajib)

2. Tabungan Syariah

Ciri khas tabungan syariah adalah tidak adanya bunga atau riba , tabungan syariah biasanya menerapkan akad mudharabah yaitu bentuk kerjasama antara dua atau lebih pihak pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumla modal kepada ( mudharib ) dengan perjanjian awal, atau menggunakan akad wadiah, tergantung kesepakatan yang dibuat antara nasabah dengan bank

3. Deposito

Seperti produk perbankan konvensional, perbankan syariah memiliki produk deposito, tetapi yang membedakan tidak ada sistem bunga dalam pembagian keuntungan, perbakan syariah menerapkan sistem bagi hasil dari dana yang di investasikan oleh nasabah sesuai nisbah yang telah disepakati, Nisbah adalah bagian dari keuntungan yang dibagi hasilkan oleh bank kepada nasabah.

Setelah menyimak produk yang dihimpun dari masyarakat, selanjutnya kita akan membahas produk penyaluran dana ke masyarakat dari perbankan syariah :

4. Equity Financing ( Akad Bagi Hasil )

Dalam produk Equity Financing ada 2 akad yang menyertai yaitu Akad Mudharabah yang dimana pihak bank sebagai penyedia dana ( shohibul amal ) dan nasabah adalah sebagai pengelola dana ( mudharib ) sesuai dengan perjanjian atau Akad Musyarakah adalah aka kerjasama antara 2 pihak atau lebih untuk usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana ( saham ) dengan keuntungan dibagi sesuai dengan persentasi yang telah disepakati.

5. Debt Financing ( Hutang )

Debt financing yang berlaku di Perbankan Syariah adalah objek pertukaran Uang dengan Uang dan Barang dengan Barang yang dimana skema ini berkaitan dengan akad-akad jual beli dan sewa menyewa,  Akad Jual Beli antara lain :

A. Akad Murabahah

Akad murabahah yaitu akad dimana nasabah pergi ke bank untuk mendapatkan suatu barang yang di inginkan dengan skema cicilan dalam jangka waktu dan margin yang telah disepakati bersama, seperti contoh : Jika anda ingin membeli motor dengan datang ke bank syariah, kemudian bank syariah membelikan mobil tersebut, selanjutnya bank syariah akan menaikan harga barang mobil tersebut sebagai pengambilan margin keuntungan, kemudian pihak nasabah dapat mencicil motor tersebut dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

B. Akad salam

Akad salam adalah menjual barang yang penyerahannya tertunda dengan menyerahkan modal terlebih dahulu, sedangkan barangnya diserahkan di kemudian hari, biasanya ini disebut dengan indent. Perlu di ingat transaksi akad salam mengharuskan adanya pengukuran dan spesifikasi yang jelas dan adanya keridhoan dari para pihak, biasanya akad salam digunakan untuk produk pertanian.

C. Akad Istishna

Akad Istishna adalah akad jual beli antara pembeli dan produsen yang dimana barang yang akan di beli harus dibuat terlebih dahulu dengan kriteria yang jelas, walaupun ada persamaan dengan akad salam tetapi ada perbedaannya yaitu metode pembayaran yang bersifat fleksibel dimana tidak dilakukan pelunasan di awal, tetapi bisa pelunasannya di lakukan secara bertahap.

D. Akad Ijarah

Akad Ijarah adalah akad sewa menyewa yang dimana nasabah menyewa alat atau barang yang disediakan bank kemudian akan dikembalikan ketika masa kontrak sudah abis, atau bisa menggunakan akad Ijarah Muntahiyyah Bittamlik yang dimana skema ini akan membuat barang yang di sewa akan berpindah ke nasabah.

Selain memiliki produk akad pembiayaan dan tabungan, bank syariah juga memiliki akad qordh

6. Akad Qordh

Akad Qordh adalah akad yang dimana bank tidak akan menarik keuntungan atau bisa dibilang bersifat tolong menolong, yang dimana Bank akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya ada seorang nasabah akan meminjam kepada bank syariah sebesar 2 juta, selanjutnya dalam pengembaliannya nasabah tersebut hanya mengembalikannya 2 juta, dengan tambahan biaya administrasi

Jasa Pelayanan Perbankan Syariah Antara Lain :

7. Akad Wakalah

Akad Wakalah adalah akad perwakilan antara ke 2 belah pihak, dimana pihakmperwakilan pertama menyerahkan kuasa atas pihak ke 2 untuk bertindak atas nama pihak pertama, aplikasi ini digunakan oleh bank syariah untuk menerbitkan LC atau letter of credit baik untuk ekspor maupun import

8. Akad Kafalah

Akad kafalah atau biasa di sebut garansi, yang dimana didalam akad ini menjadikan seseorang sebagai penjamin dan ikut dalam tanggung jawab untuk menyelesaikan hutang seseorang ( penerbitan garansi ) ada beberapa jenis kafalah antara lain :

  • Kafalah Bin Nafs ( Kafalah atas jaminan diri sendiri )
  • Kafalah Bin Mal ( Jaminan Uang Muka )
  • Kafalah Muallaqah ( Jaminan Mutlak yang dibatasi waktu untuk tujuan tertentu )
  • Kafalah Bit Taslim ( Penjaminan atas barang sewa pada saat jangka waktu habis )

9. Akad Hawalah

Akad hawalah adalah pemindahan hutang piutang suatu pihak ke pihak lain, dalam akad ini ada 3 pihak yang terlibat, diantaranya, Pihak yang berhutang, pihak pemberi hutang, dan pihak yang menerima pemindahan hutang yang diterapkan dalam bill discounting dan factoring ( Anjak Piutang )

10. Akad Sharf

Akad sharf adalah menjual nilai sesuatu dengan nilai sesuatu yang lain, bisa disebut juga money changing untuk menjual mata uang asing.

Itulah 10 Produk dan Akad Perbankan Syariah yang diminati di Indonesia semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikel ini jika bermanfaat.