BPJS adalah Jaminan Kesejahteraan Sosial Yang Murah

Diposting pada

BPJS adalah program negara yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat. BPJS dibentuk karena sebagai bentuk dari amanat UUD 1945 pasal 28 H ayat 3 yang menyatakan “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat”. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Kesehatan adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan, sedangkan BPJS menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan pension, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sudah mulai beroperasi sejak 01 Januari 2014. BPJS sudah diatur dalam UU nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

 

BPJS adalah Jaminan Kesejahteraan Sosial Yang Murah

BPJS adalah Jaminan Kesejahteraan Sosial Yang Murah
BPJS adalah Jaminan Kesejahteraan Sosial Yang Murah

 

BPJS merupakan perubahan bentuk PT. ASKES (BPJS Kesehatan) dan Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) yang menyelenggarakan program jaminan sosial. Berikut kronologi pembentukan BPJS Ketenagakerjaan.

 

  1. Pembubaran PT Jamsostek terjadi pada 1 Januari 2014 tanpa likuidasi.
  2. Seluruh asset, liabilitas, hak dan kewajiban PT Jamsostek dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Semua pegawai PT Jamsostek menjadi pegawai BPJS.
  4. Laporan posisi keuangan penutup PT Jamsostek disahkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
  5. Menteri Keuangan mengesahkan laporan posisi keuangan pembuka BPJS Jamsostek dan Dana Jaminan Ketenagakerjaan.
  6. BPJS melanjutkan penyelenggaraan program jaminan tenaga kerja dari Jamsostek.
  7. Menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, kematian, dan jaminan hari tua bagi peserta selain dari PT Asabri dan PT Taspen mulai 1 Juli 2015.
  8. Hingga maksimal 31 Desember 2019, PT Asabri dan PT Taspen mengalihkan kepesertaan PNS, TNI, dan Polri ke BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Cara Dan Syarat Mengajukan BPJS Ketenagakerjaan

Proses dan kronologis pembentukan BPJS Kesehatan kurang lebih adalah sama seperti pembentukan BPJS Ketenagakerjaan. Hanya perbedaannya terletak pada pelayanannya, yaitu:

  1. Menteri Kesehatan tidak lagi menyelenggarakan Jamsostek.
  2. Menteri Pertahanan, TNI, dan Polri tidak lagi menyelenggarakan program pelayanan kesehatan bagi pesertanya kecuali dalam hal tertentu.
  3. PT Jamsostek tidak lagi menyelenggarakan program jaminan pemeliharaan kesehatan.

 

Adapun tugas dan wewenang BPJS diantaranya sebagai berikut.

  1. Tugas
  2. Menerima dan/atau melakukan pendaftaran peserta.
  3. Memungut dan mengumpulkan iuran dari peserta dan pemberi kerja.
  4. Menerima bantuan dari Pemerintah.
  5. Mengelola dana untuk kepentingan peserta.
  6. Mengumpulkan dan mengelola data peserta.
  7. Membiayai pelayanan kesehatan.
  8. Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program BPJS.
  9. Wewenang
  10. Menagih iuran dari peserta.
  11. Menempatkan dana untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang.
  12. Mengawasi dan memeriksa kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi kewajibannya.
  13. Membuat kesepakatan dengan fasilitas kesehatan mengenai besar pembayaran fasilitas kesehatan.
  14. Membuat dan menghentikan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan.
  15. Memberi sanksi administratif pada peserta atau pemberi kerja yang tidak memenuhi kewajibannya.
  16. Melaporkan pemberi kerja kepada instant berwenang apabila tidak patuh membayar iuran.
  17. Melakukan kerjasama dengan pihak lain.

Baca Juga: Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayarkan Setiap Bulan

Itulah seluk beluk mengenai pembentukan BPJS. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa mencari info dengan men-download file e-book seri buku saku “Paham BPJS: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial” yang diterbitkan oleh Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) dan Kantor Perwakilan Indonesia. BPJS adalah harapan baru untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Dengan mengetahui seluk beluk berdirinya BPJS, diharapkan masyarakat lebih “melek” tentang pentingnya jaminan sosial.