BPJS Kesehatan Pensiun, Jaminan Kesehatan di Masa Senja

Posted on

Upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang telah terdaftar sebagai pegawai negeri sipil atau yang masih bekerja, namun juga diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang akan atau telah memasuki masa pensiun melalui program BPJS Kesehatan Pensiun. Jaminan kesehatan pensiun merupakan jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan masyarakat yang menjadi peserta BPJS atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta BPJS memasuki masa pensiun atau mengalami cacat total secara permanen atau meninggal dunia. Penetapan usia pensiun adalah 56 tahun, mulai Januari 2019 menjadi 57 tahun dan akan bertambah 1 tahun untuk setiap 3 tahun berikutnya hingga mencapai usia 65 tahun.

 

BPJS Kesehatan Pensiun untuk Jaminan Masa Tua

 

BPJS Kesehatan Pensiun untuk Jaminan Masa Tua
BPJS Kesehatan Pensiun untuk Jaminan Masa Tua

 

Untuk dapat mengikuti program BPJS Kesehatan khusus peserta yang sudah pensiun, peserta haruslah pekerja yang telah terdaftar dan telah membayar iuran. Peserta merupakan pekerja pada badan atau perusahaan atau perseorangan di luar penyelenggara negara. Selain pekerja, pemilik kerja juga dapat mengikuti program jaminan kesehatan untuk pensiunan, dengan persyaratan:

  1. Pekerja yang didaftarkan oleh pemberi kerja (baik perseorangan maupun perusahaan non penyelenggara negara) memiliki usia maksimal 1 bulan sebelum masa pensiun.
  2. Apabila pembeli kerja tidak mendaftarkan pekerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan untuk masa pensiun, pekerja dapat mendaftarkan diri kepada BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Apabila pekerja pindah tempat kerja, maka dapat menunjukkan kepada pemberi kerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan pemberi kerja yang baru dapat meneruskan pekerja sebagai peserta.

 

Untuk bisa mengikuti program jaminan pensiun, peserta harus membayarkan iuran dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Iuran dihitung sebesar 3% yang mencakup 2% sebagai iuran pemberi kerja dan 1% sebagai iuran pekerja.
  2. Iuran tang berasal dari pendapatan setiap bulan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.
  3. Sistem pemayaran iuran mengikuti program paket.
  4. Pemberi kerja wajib membayarkan iuran pekerjanya maksimal pada tanggal 15 setiap bulannya.
  5. Apabila pemberi kerja tidak melakukan pembayaran iuran wajib pekerja sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan maka akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 2% setiap bulan keterlambatan.

 

Program BPJS Kesehatan khusus pensiun ini memiliki beberapa macam program jaminan dan masing-masing memiliki manfaatnya masing-masing. Berikut adalah manfaat yang diperoleh dengan mengikuti program jaminan pensiunan:

  1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

Peserta yang telah mengikuti program jaminan pensiun akan memperoleh penghasilan berupa uang tunai bulanan apabila telah memenuhi masa iuran umum yaitu minimal 15 tahun atau 180 bulan, apabila telah memasuki masa pensiun atau meninggal dunia.

  1. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)

Peserta yang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan cacat total secara permanen minimal dalam waktu 1 bulan sehingga tidak dapat bekerja kembali, atau sakit sehingga meninggal dunia dan density rate minimal 80%.

  1. Manfaat Pensiun Janda atau Duda (MPJD)

Janda atau duda yang menjadi ahli waris dari peserta jaminan pensiun dibuktikan telah terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat uang tunai bulanan sampai dengan meninggal atau menikah lagi.

  1. Manfaat Pensiun Anak (MPA)

Apabila seorang anak yang menjadi ahli waris (maksimal 2 orang anak) yang telah terdaftar sebagai peserta program pensiun orang tuanya dengan usia maksimal 23 tahun.

  1. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)

Orang tua baik bapak ataupun ibu yang menjadi ahli waris pekerja peserta jaminan pensiun yang masih lajang memenuhi kepersetaan selama minimal 1 tahun dan density rate 80%.

BPJS Kesehatan Pensiun tidak hanya memiliki manfaat bagi pekerja peserta jaminan pensiun saja tetapi juga bagi anggota keluarga lain seperti istri atau suami, orang tua, dan anak yang menjadi ahli waris apabila peserta meninggal dunia.