Cara Pencairan Uang Jaminan Hari Tua

Diposting pada

Apakah Anda seorang pensiunan, mantan pegawai suatu perusahaan? Bagi Anda yang pernah bergabung dengan BPJS atau asuransi apapun itu, pasti tak asing lagi dengan istilah uang jaminan hari tua atau dikenal juga UJHT. Apabila Anda telah pensiun atau mengundurkan diri dari suatu perusahaan, Anda pasti tak asing dengan istilah tersebut. Namun, apakah Anda sudah paham mengenai tata cara pengambilan UJHT? Nah, kali ini kami akan berikan informasi kepada Anda yang sedang bingung mengenai cara pencairan UJHT melalui BPJS ketenagakerjaan.

Uang jaminan sebenarnya merupakan mirip dengan asuransi hari tua. Apabila Anda baru saja pensiun atau mengundurkan diri dari suatu perusahaan Anda dapat mencairkan UJHT. Tak hanya itu, apabila Anda terkena PHK atau pindah kerja ke luar negeri, Anda juga dapat mencairkan dana jaminan yang telah Anda bayarkan ke pihak BPJS yang telah bekerja sama dengan perusahaan Anda. Dana jaminan hari tua tersebut dapat Anda caranya sebesar 100%. Pencairan dana jaminan tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2015 tentang perubahan Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua.

Sebelum revisi, dalam PP diatur bahwa pencairan dana dapat dilakukan setelah 5 tahun melakukan pengunduran diri. Sebenarnya, akhir-akhir ini juga dikabarkan akan kembali seperti semula, dimana dana jaminan dapat diambil setelah 5 tahun mengundurkan diri agar dana BPJS tidak terganggu. Nah, oleh karena itu, sebelum peraturan direvisi kembali, ada baiknya jika Anda melakukan pencairan dana jaminan hari tua tersebut secara keseluruhan. Dari dana tersebut, Anda dapat membuka usaha atau hal lainnya untuk menunjang ekonomi keluarga Anda.

Berdasarkan informasi dari BPJS ketenagakerjaan, pada bulan Januari hingga November tahun 2016, ada sekitar 1,6 juta tenaga kerja yang mengambil dana jaminan tersebut dengan berbagai alasan seperti PHK dan pengunduran diri. Jumlah total uang yang telah diberikan kepada pekerja tersebut berkisar 12 triliun rupiah. Angka yang cukup besar bukan? Memang pencairan dana jaminan tersebut cukup mudah. Apalagi didukung oleh pelayanan BPJS yang cukup ramah. Nah, kali ini kami akan memberi informasi kepada Anda mengenai pencairan JHT.

 

Syarat Administrasi Pencairan Uang Jaminan Hari Tua JHT

Uang Jaminan Hari Tua
Uang Jaminan Hari Tua

 

Bagi Anda yang mengundurkan diri dari suatu perusahaan, berapa persyaratan administrasi yang harus Anda kumpulkan apabila Anda mencairkan dana JHT yaitu fotocopy KTP, fotocopy kartu keluarga, keterangan asli keanggotaan BPJS, surat keterangan pengunduran diri dari suatu perusahaan, surat keterangan dari pihak perusahaan kepada dinas tenaga kerja, serta buku tabungan asli.

Dokumen tersebut dilampirkan kepada pihak BPJS baik versi asli maupun fotocopy. Bagi Anda yang terkena PHK, Anda dapat mengambil dana JHT di BPJS dengan melampirkan dokumen berupa fotocopy KTP dan kartu keluarga, kartu peserta BPJS, serta bukti persetujuan bersama yang telah terdaftar dalam pengadilan hubungan industrial. Nah, jika Anda pindah tugas kerja dan akan menetap di luar negeri selamanya, dokumen yang perlu Anda lampirkan adalah fotocopy paspor serta visa bagi WNI. Selain secara langsung, Anda juga dapat melakukan di seluruh kantor BPJS, mudah bukan?

Pencairan uang jaminan hari tua dapat sangat membantu kondisi ekonomi Anda. Jadi, bagi Anda yang baru saja mengundurkan diri atau PHK, atau ada salahnya untuk mengambil dana tersebut. Uang tersebut dapat Anda gunakan sebagai modal untuk membuka usaha atau mencukupi kebutuhan lainnya.