Inilah Cara Menghitung Bunga Deposito Bank Mudah Dan Praktis

Diposting pada

Inilah Cara Menghitung Bunga Deposito Bank Mudah Dan Praktis. Ada banyak cara untuk menabung. Salah satu caranya adalah dengan membuka tabungan khusus deposito. Banyak orang memilih menabung dengan model deposito agar uang dapat terkumpul dengan maksimal dengan cara yang efektif. Hal ini karena tabungan dalam bentuk deposito tidak dapat diuangkan sewaktu-waktu seperti halnya tabungan biasa.

Uang bisa dicairkan apabila sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah disetujui sebelumnya. Dengan demikian, tabungan kita akan aman sampai kurun waktu yang sudah ditentukan dari hasrat belanja dan hasrat konsumtif kita yang lainnya. Deposito juga menawarkan bunga yang lumayan besar sehingga tabungan kita selain dapat terkumpul juga dapat berkembang. Kita dapat memilih bank yang sesuai dengan keinginan. Adapun cara menghitung bunga deposito akan dibahas pada ulasan kali ini.

 

Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

Cara Menghitung Bunga Deposito Bank
Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

 

Produk tabungan dalam bentuk deposito dapat disebut juga sebagai bentuk tabungan investasi. Hal ini karena selain menabung, kita juga akan mendapatkan bunga sesuai dengan produk deposito yang kita pilih. Besaran bunga ini yang menentukan seberapa besar tabungan kita dapat berkembang. Melakukan kegiatan menabung dalam bentuk deposito dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan jaminan di hari tua kelak. Nah, mengingat perkembangan tabungan deposito sangat dipengaruhi bunga, akan sangat penting untuk mengetahui seberapa besar uang kita akan berkembang jika kita memilih bunga deposito tertentu. Adapun untuk mengetahuinya, kita perlu mengetahui bagaimana cara menghitung bunga dari deposito.

Untuk dapat menghitung bunga deposito, anda tidak hanya serta-merta menghitung jumlah persentase dikalikan jumlah tabungan. Untuk menghitungnya, kita perlu mengurangi bunga dengan pajak deposito. Pajak deposito diatur dalam PP 131 tahun 2000 yang mengatur pph mengenai bunga deposito, diskonto SBI, dan tabungan. Selain itu, diatur juga dalam KMK-51/KMK.04/2001 mengenai potongan pph bunga deposito, diskonto SBI, dan tabungan. Hal yang ketiga diatur dalam SE-01/PJ.43/2001. Jadi, saat anda mencairkan deposito yang sudah anda simpan, jumlah bunga yang anda dapatkan tidak akan sesuai dengan persentase bunga karena sudah dipotong pajak.

Tabungan deposito dikenakan pajak. Pajak yang harus dibayarkan adalah 20% dari bunga deposito jika tabungan deposito anda lebih dari Rp 7.500.000,-. Jadi, jika tabungan yang anda miliki sebesar Rp 100.000.000,- dengan bunga tabungan deposito 5% dalam satu tahun, maka bunga deposito sebelum pajak yang akan kita dapatkan tiap tahunnya adalah Rp 5.000.000,-. Jadi setiap bulan, anda akan mendapatkan bunga sebesar Rp 416.667,-. Pemotongan pajak dilakukan dalam hitungan bulan. Jadi setiap bulannya, bunga deposito anda akan berkurang sebanyak 20% atau dalam hitungan Rupiah adalah sebesar Rp 83.333,-. Jika dihitung per tahun, anda harus membayar pajak bunga deposito adalah Rp 83.333,- dikalikan 12 yaitu Rp 999.996,-. Jadi, bunga deposito setelah pajak yang anda terima adalah sebesar Rp 4.000.004,-.

Itu tadi cara menghitung bunga deposito yang dapat anda lakukan. Dengan mengetahui cara menghitung yang benar, anda tidak akan kaget jika bunga yang anda terima tidak sesuai dengan persentase yang ditawarkan karena sudah dikurangi pajak. Semakin tinggi bunga yang ditawarkan oleh bank, maka pajak yang akan anda bayarkan pun akan semakin tinggi. Anda bisa memilih bank untuk tabungan deposito anda sesuai dengan bunga yang anda inginkan. Anda dapat menghitung keuntungan yang anda dapatkan dengan cara di atas. Semoga ulasan kali ini dapat menambah informasi anda. Salam!