Bagaimana Sebenarnya Penjelasan Dana Talangan Haji?

Diposting pada

Bagaimana Sebenarnya Penjelasan Dana Talangan Haji? Setiap Umat Islam mendambakan pergi ke Baitullah untuk menunaikan Ibadah Haji, namun ibadah yang satu ini memerlukan biaya yang cukup besar sehingga tidak semua orang bisa langsung menunaikannya. Oleh karena itu, banyak bank-bank syariah atau lembaga keuangan lain yang menawarkan dana talangan haji untuk meringankan Umat Islam yang ingin pergi ke Baitullah. Seperti diketahui bahwa sebelum berangkat, calon jamaah harus membayar sebesar Rp 25.000.000,- untuk mendapatkan porsi urut haji atau kursi haji. Dana tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah, dan dibayarkan ke bank syariah yang ditunjuk. Bagi mereka yang mampu tidak akan merasa kesulitan untuk langsung membayar lunas, namun bagi mereka yang kurang mampu, maka dana talangan haji adalah solusinya. Nah, kali ini penjelasan dana talangan haji akan dibahasa untuk membantu para calon jamaah yang ingin berhaji namun dana yang ada belum bisa mencukupinya.

 

Penjelasan Dana Talangan Haji Agar Mudah Dimengerti

Penjelasan Dana Talangan Haji
Penjelasan Dana Talangan Haji Agar Mudah Dimengerti

 

Dana talangan haji dapat diartikan sebagai pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya untuk menutupi atau menalangi kekurangan dana calon jamaah sehingga dapat memperoleh kursi haji. Sudah dibahas sebelumnya bahwa, calon jamaah perlu membayar Rp 25.000.000,- untuk membooking nomor urut haji. Ibaratnya, kita memberi DP awal agar mendapatkan kursi menuju Makkah. Nah, dengan memanfaatkan layanan dana talangan haji, calon jamaah hanya perlu membayarkan sekitar 5% dari total biaya tersebut. Dana kurangannya dapat dilunasi dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan bank syariah yang Anda pilih. Hal ini sangat memudahkan calon jemaah, dan banyak dari mereka yang berbondong-bondong memanfaatkan layanan ini.

Nah, untuk menggunakan dana talangan, maka Anda harus membuka rekening di bank syariah tertentu apabila Anda belum memiliki rekening di bank tersebut. Kemudian, apabila Anda sudah menyetorkan DP awal yakni sekitaran 5% atau jumlah lain yang ditentukan dari Rp 25.000.000,00 maka proses pendaftaran haji di Kementrian Agama akan dilakukan oleh bank syariah aau lembaga keuangan lainyang notabene sebagai perwakilan Anda. Bank syariah atau lembaga keuangan lainnya yang Anda pilih akan memberikan jangka waktu tertentu untuk pelunasan dana kekurangan. Apabila dalam jangka waktu yang sudah diberikan, Anda belum melunasi maka kursi haji akan hangus.

Dari penjelasan mengenai dana talangan haji yang sudah dibahas tersebut intinya adalah bank syariah atau lembaga keuangan lain memberikan talangan uang terlebih dahulu untuk membooking kursi haji untuk Anda. Dana talangan yang diberikan oleh lembaga keuangan tersebut dapat berbeda satu sama lain, dan Anda harus cermat memilih mana tawaran yang sesuai dengan kemampuan Anda untuk melunasi kekurangan dana pinjaman tersebut. Sebagai contoh, dana talangan yang ditawarkan yakni 15 juta, 18 juta, dan 20 juta. Apabila Anda memilih 18 juta, maka Anda perlu mengeluarkan uang 7 juta untuk membayar 25 juta tersebut.

Adapun keuntungan dari adanya dana talangan haji ini yakni meringankan beban finansial calon jemaah yang belum mampu membayar biaya untuk mendapatlan kursi haji, dan calon jemaah tidak perlu repot mengurus berkas-berkas karena lembaga keuangan itulah yang akan mengurus segalanya sampai calon jemaah mendapatkan kursi haji. Atas jasa yang diberikan tersebut, lembaga keuangan akan mendapatkan imbalan yang besarnya tidak berpatokan pada jumlah dana talangan yang diberikan. Nah, semoga penjelasan dana talangan haji tersebut dapat dipahami bagi Anda yang ingin memanfaatkannya. Walaupun pendapat mengenai hukum dana talangan haji ini masih terbagi menjadi dua yakni halal dan haram.