Perbandingan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Diposting pada

Perbandingan Bank Konvensional dan Bank Syariah – Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang-orang untuk berinvestasi, salah satunya adalah dengan menabung di bank. Secara umum ada dua jenis bank yang digunakan oleh masyarakat, yakni bank konvensional dan bank syariah.

Pada dasarnya kedua bank ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing sehingga bisa menjadi perkembangan dengan masyarakat untuk melakukan investasi pada bank tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah yang membuat kedua bank ini menjadi terlihat berbeda satu sama lain. Namun terkadang masyarakat awam masih belum menyadari tentang perbedaan kedua jenis bank ini padahal memiliki perbedaan yang begitu beragam.

Bahkan jika dilihat dari suku bunga pun sudah sangat berbeda. Selain itu pelayanan yang diberikan antara bank konvensional dengan bank syariah juga cukup berbeda satu sama lain.

 

Inilah Perbedaan Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah!

Perbandingan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Perbandingan Bank Konvensional dan Bank Syariah

 

Perlu diketahui bahwasanya bank syariah ini ada karena kebutuhan masyarakat mengenai Sistem perbankan yang harus sesuai dengan syariah atau aturan hukum Islam. Sementara bank konvensional itu merupakan bank yang menerapkan sistem bunga yang tinggi dan terlihat berpatok pada untung rugi. Untuk itu sangatlah penting mengetahui perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah sehingga bisa lebih tepat dalam memilih jenis bank untuk berinvestasi.

 

Hukum yang diterapkan

Perbedaan yang cukup mencolok antara bank konvensional dan bank syariah terletak pada hukum yang diterapkan dalam sistem perbankan. Perlu diketahui bahwasanya bank syariah menerapkan sistem yang didasarkan pada aturan dan hukum-hukum Islam dengan landasan al-quran, hadits, serta fatwa ulama. Sedangkan bank konvensional mempunyai Sistem perbankan dengan landasan hukum positif yang ditegakkan di Indonesia.

Untuk bank syariah ada beberapa sistem transaksi yang digunakan seperti halnya Al musyarakah, Al musaqah, Al mudharabah, Al Bai, Al Ijarah, dan Al wakalah. Perbedaan landasan hukum pada dua jenis barang ini merupakan perbedaan utama bank umum dan bank syariah yang perlu diketahui.

 

Investasi yang dilakukan

Perbedaan utama bank umum dan bank syariah yang terlihat signifikan lainnya yakni ada pada investasi yang dilakukan. Investasi ini merupakan salah satu fungsi dari bank yang bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat yang menabung di bank. Sepeda sistem bank syariah maka seseorang boleh meminjam uang ketika usaha yang hendak dijalankan merupakan usaha yang baik dan halal.

Misalnya adalah peternakan, perikanan, pertanian, dagang, dan lain-lain. Sedangkan pada bank konvensional setiap orang bisa meminjam uang untuk menjalankan usaha apapun selagi itu tidak melanggar hukum positif. Bahkan usaha yang tergolong tidak halal sekalipun apabila diakui oleh hukum positif negara Indonesia maka tetap diperbolehkan.

Baca Juga: Keuntungan Menabung Di Bank Mandiri Bagi Nasabah

 

 Orientasi

Perbedaan utama bank umum dan bank syariah  juga terletak pada orientasi dari kedua bank tersebut. Perlu diketahui bahwasanya bank konvensional hanya mengorientasikan pada profit atau keuntungan saja. Sementara untuk bank syariah selalu mengorientasikan keuntungan dan juga menekankan kemakmuran kehidupan di dunia dan di akhirat mendatang.

Kedua orientasi ini tentu bisa dipilih sesuai dengan kehendak para nasabah. Tidak ada pemaksaan untuk menetapkan orientasi dari kedua pilihan ini. Dari kedua orientasi tersebut pasti memiliki kelebihan yang masing-masing sehingga bisa membantu nasabah dalam mendapatkan keuntungan.

 

Bagi untung

Perlu diketahui bahwa sistem bagi untung pada bank konvensional tentu berbeda dengan bank syariah. Pada bank konvensional, sistem bunga yang diterapkan adalah bunga tetap di setiap pinjaman oleh nasabah. Dengan demikian maka bank ini menganggap bahwa Sanya Usaha yang didirikan nasabah akan selalu memberikan keuntungan. Lain halnya dengan sistem bagi untung dari bank syariah.

Bank syariah menetapkan keuntungan dari model yang digunakan dibagi sesuai akad yang telah ditentukan saat awal. Bang ini selalu memperhatikan untung dan rugi dari usaha yang didanai tersebut. Sekiranya usaha yang dijalankan tidak memberikan keuntungan maka bank syariah tidak akan memberikan pinjaman kepada nasabah.

Baca Juga: 5 Keuntungan Menabung di Bank BRI bagi Nasabah

 

Hubungan bank dan nasabah

Jika dilihat dari sisi sosial maka terdapat perbedaan utama bank umum dan bank syariah yang perlu diperhatikan dengan baik. Sistem kemitraan diterapkan pada bank syariah sedangkan bank konvensional menerapkan hubungan bank dan nasabah yang disebut dengan debitur atau kreditur. Inilah letak perbedaan antara bank umum dan bank syariah jika dilihat pada hubungan antara nasabah dan bank. Dengan adanya hubungan ini maka kedua pihak baik bank maupun nasabah akan merasa nyaman ketika melakukan transaksi.

 

Pengawasan

Pada dasarnya sistem transaksi yang diterapkan pada bank syariah itu harus dijalankan di bawah pengawasan dari dewan pengawas tertentu. Pengawas ini merupakan sekumpulan dari ulama serta para ahli ekonomi yang memiliki pemahaman mendalam mengenai fiqih muamalah. sedangkan pada bank konvensional transaksi tidaklah diawasi oleh pihak-pihak tertentu, hanya saja diawasi oleh hukum positif yang berlaku. Setiap pengawasan yang dilakukan tentu memiliki tujuan masing-masing.

Baca Juga: Peringkat Terbaik Bank Syariah di Indonesia

 

Demikianlah beberapa hal yang menjadi perbandingan antara bank syariah dan juga bank konvensional. Pada dasarnya masih terdapat cukup banyak perbedaan antara dua bank tersebut. Dengan adanya perbedaan ini maka bisa menjadi pertimbangan bagi setiap orang ketika akan melakukan investasi dengan cara menabung di bank. Adanya perbedaan utama bank umum dan bank syariah bukan sebagai penjelasan untuk menjatuhkan atau meninggikan satu di antara keduanya.

Hanya saja dengan cara ini bisa memberikan gambaran secara umum kepada para calon nasabah yang akan melakukan relasi dengan bank tersebut. Sehingga para calon nasabah bisa memahami seluk beluk mengenai kekurangan dan kelebihan dari kedua jenis bank itu.